Memilih Platform Ecommerce: Self Hosted Atau SaaS?

Ecommerce adalah dunia digital yang sangat menarik perhatian semua orang. Berdasarkan report yang dikeluarkan oleh McKinsey di 2016, industri ecommerce Indonesia diperkirakan akan berkembang sebesar 18% setiap tahunnya selama lima tahun kedepan. Exciting.

Bagi Anda yang mempunyai bisnis sendiri, bergabung ke dunia ecommerce merupakan peluang yang sayang untuk dilewatkan. Dengan banyaknya pilihan platform yang ada, hal ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat penting untuk bisnis Anda.

Software as a Service (SaaS)

Software as a Service, atau dikenal dengan istilah populer SaaS, adalah solusi cepat bagi Anda yang ingin memulai usaha ecommerce dengan sistem berlangganan. Anda bisa memilih salah satu dari penyedia layanan ecommerce, register / sign up, memilih theme yang sesuai, mengupload produk, dan mulai berjualan.

Beberapa pilihan penyedia SaaS ecommerce yang sudah dikenal di Indonesia, di antaranya:

  1. Shopify
  2. BigCommerce
  3. Volusion
  4. Sirclo

Setiap penyedia SaaS ecommerce menawarkan fitur utama yang kurang lebih sama, dengan beberapa fitur tambahan yang mempunyai keunggulan masing-masing sebagai selling point yang unik bagi konsumen. Dengan memilih salah satu dari penyedia jasa tersebut, Anda sudah bisa memulai berjualan produk dalam hitungan jam.

Keunggulan

  1. Proses yang cepat
  2. Biaya yang relatif lebih murah (berlangganan)
  3. Pilihan theme yang banyak
  4. Fitur standar yang lengkap
  5. Dapat di upgrade sesuai kebutuhan (scalable)
  6. Support yang aktif dari penyedia layanan

Kelemahan

  1. Seluruh data disimpan di server penyedia layanan
  2. Tidak mendapat akses keĀ code dari sistem
  3. Keterbatasan tampilan desain dari website
  4. Keterbatasan melakukan kustomisasi fungsi jika diperlukan
  5. Sedikit atau tidak adanya akses ke developer jika dibutuhkan
  6. Keterikatan dengan ketentuan dari penyedia layanan

Self Hosted

Self hosted dari definisinya adalah membangun sendiri. Dari mulai pemilihan infrastruktur server, platform ecommerce, desain website, konfigurasi dan upload produk dapat dilakukan sendiri atau meminta bantuan dari partner developer yang Anda percaya.

Beberap alternatif platform ecommerce yang bisa digunakan, diantaranya:

  1. WooCommerce
  2. Magento
  3. Prestashop
  4. OpenCart
  5. Drupal Commerce

Pada umumnya setiap platform ecommerce tersebut adalah open source yang bisa di download secara gratis dari website masing-masing. Anda mendapatkan akses ke code secara lengkap dan bisa di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Keunggulan

  1. Framework yang siap dengan dukungan komunitas open source
  2. Gratis untuk mulai digunakan
  3. Mendapatkan akses penuh ke code
  4. Desain yang flexible
  5. Dapat menambahkan fitur sesuai dengan kebutuhan
  6. Mempunyai dokumentasi yang lengkap

Kelemahan

  1. Perlunya pengetahuan lebih dari teknologi yang digunakan
  2. Biaya yang tidak bisa di prediksi, relatif lebih mahal
  3. Lebih banyak keputusan yang harus diambil sendiri
  4. Proses konfigurasi yang lebih lama
  5. Monitoring dan update dilakukan sendiri
  6. Keamanan dari website ada di tangan Anda

Kesimpulan

Keduanya mungkin saja sesuai dengan Anda, jika baru memulai usaha ecommerce ada baiknya menggunakan SaaS sehingga Anda bisa mulai berjualan dengan cepat dan belajar dari industrinya. Namun jika Anda mempunyai rencana jangka panjang dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh bisnis Anda, maka Self Hosted merupakan pilihan yang tepat untuk diambil.

Keputusan untuk memilih platform ecommerce kembali ke kebutuhan dan kondisi dari bisnis Anda. You understand your own business better. Apapun keputusan yang Anda jalani, pemilihan partner teknologi yang tepat akan sangat membantu Anda kedepannya.